The Ring – Nunirtha’s Gov (Single 2017)

artwork single.jpg

THE RING, grup band asal Yogyakarta yang terbentuk pada awal tahun 2016 di salah satu unit kolektif musik antar kampus ini baru saja merilis single pertama mereka yang berjudul Nunirtha’s Gov melalui Otakotor Records, sebuah label kolektif dari Yogyakarta.

Nunirtha’s Gov menceritakan tentang pandangan mereka terhadap dunia yang palsu, kepemimpinan yang menyalah gunakan kekuasaan, kemunafikan, dan ketidak adilan terhadap kaum-kaum lemah.

Judul lagu ini diambil dari nama seorang dewa mitologi Akkadia yaitu Ninurta yang dibalik namanya menjadi Nunirtha sebagai lawan dari sifat baik dan bijak seorang dewa / pemimpin itu sendiri, dan kata Gov yang berasal dari Government.

foto the_ring.jpg

Band yang beranggotakan Candra (Gitar), Jack (Vokal), dan Ari (Bass) ini mengaku banyak terinspirasi oleh band-band seperti Black Sabbath, Sleep, Pentagram, The Sword, Pink Floyd hingga Purple Hill Witch serta mencampurkan musik Stoner Rock, Doom, Psychedelic, dan Blues Rock dalam proses kreatif berkarya mereka.

The Ring yang mempunyai arti The Rock Imaginator Generation ini juga kini tengah mempersiapkan mini album pertama mereka yang direncanakan akan selesai pada tahun ini.

 

Gelaran “MERINDU” Menandai Rilis Video Clip Nyanyian Rindu dari Holiday Anna

Artwork Nyanyian Rindu.jpg

Unit retro pop asal Yogyakarta usai saja menggelar suatu gelaran bertajuk “Merindu” yang berkolaborasi dengan Kampung Halaman pada 26 Februari 2017 kemarin. Acara tersebut berjalan sukses dan berhasil menarik antusiasme dari ratusan pengunjung yang memadati area Kampung Halaman Yogyakarta, bahkan ruangan acara pun tidak cukup untuk menampung penuh sesak animo audience yang hadir.

Momen peluncuran dan pemutaran perdana video clip Holiday Anna tersebut diawali dengan sebuah pameran oleh sepuluh kolaborator muda yang telah merespon dan mereprentasikan lagu “Nyanyian Rindu” melalui karya-karya dalam media lain (rupa, fotografi, dan sastra) dengan sangat apik sehingga mendapatkan apresiasi sangat baik dari pengunjung acara.

IMG_7110.JPG

 

 

Pada sesi pemutaran video clip semakin terasa sangat akrab dan hangat ketika Holiday Anna berbagi cerita mengenai proses produksi video. Penampilan tunggal Holiday Anna sebagai penutup acara sekaligus menjadi sesi yang paling ditunggu oleh para audience, delapan repertoar andalan Holiday Anna membuat sore hari yang cerah itu menjadi semakin flamboyan.

Keakraban antara Holiday Anna, kolaborator, pendukung acara dan audience dalam gelaran ini diharapkan dapat menjadi suatu investasi sosial yang terjalin erat dan semakin berkembang di masa mendatang.

 IMG_7050.JPG

Video clip “Nyanyian Rindu” diproduksi secara mandiri oleh Holiday Anna dengan dibantu oleh beberapa rekan terdekat. Mulai dari ide cerita, menulis story line, menggambar story board, sampai mengurus area serta perlengkapan produksi. Video ini menceritakan rindu antara pasangan kekasih dengan problematika antara jarak, ruang, dan waktu. Pada akhirnya, semoga video musik ini dapat meluaskan interpretasi untuk lagu Nyanyian Rindu.

Heals Merilis Single sekaligus Video Musik Terbaru, “False Alarm”

Grup alternative rock / shoegaze asal Bandung, Heals, hari Senin (20/2) resmi merilis video musik dari single terbaru mereka berjudul “False Alarm”. Bekerja sama dengan Qrimson Studio, video ini sudah bisa dinikmati di kanal YouTube resmi FFWD RecordsSebelumnya, pada tanggal 9 Februari, Heals juga telah mengunggah lagu tersebut di berbagai streaming services serta menyajikan permainan sederhana pada situs resmi mereka. “False Alarm” termasuk ke dalam album perdana mereka, ‘Spectrum’, yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Eca selaku gitaris dan penulis lagu “False Alarm” berupaya menggambarkan kondisi seseorang yang tertekan akibat pemikiran dan perasaannya sendiri. “Kadang kita suka mengalami masa-masa overthinking terhadap hal-hal negatif yang sudah atau akan dialami. Padahal kenyataannya, kondisi seperti itu adalah false alarm. Kami ingin orang-orang hidup lebih santai, berpikir pada porsi dan kapabilitas yang tepat, serta tenang dalam menemukan solusi setiap permasalahan,” tuturnya.

Selain berkolaborasi dengan kolektif kreatif asal Kota Kembang, Qrimson Studio, Heals juga menggandeng MD Natsir untuk bertanggung jawab di bagian ilustrasi artworkProsesnya cenderung singkat dan banyak mengambil gambar di area Jalan Jendral Sudirman, Bandung.

Sebelumnya, melalui akun media sosial FFWD Records, Heals juga telah mengeluarkan pengumuman singkat mengenai album debut yang akan datang. Adapun tracklist yang sudah bisa diketahui adalah

1. Monolove
2. Lunar 
3. Azure
4. Overcast
5. Anastasia
6. Void
7. False Alarm
8. Dazed
9. Wave
10. Warp

Dalam rentang waktu dua tahun (2015-2016), Heals yang beranggotakan Alyuadi Febryansyah (Lead VocalGuitar), Reza Arinal (Back Vocal, Guitar), Muhammad Ramdhan (Guitar), Octavia Variana (Back Vocal, Bass) dan Adi Reza (Drum), telah mengeluarkan tiga single yakni “Void”, “Wave”, dan “Myselves”. Band yang dikenal dengan ciri khas lapisan ditorsi dan vokal melodius ini sedang ada di tahap final penyelesaian album debut mereka. “Semoga saja ini bisa menjadi alarm untuk segala kejutan di 2017 ini,” tutur Alyuadi.

Sharing Session and Introduction of Perfomance Art

Pria Kepet x Noralona Coffee Brewery

present:
Sharing Session and Introduction of

P E R F O R M A N C E  A R T

with:

@yuanalfasaa x @agusgemblunk_glassartis
Dengan agenda:

– Sharing Session

– Screening Video Art

– Live Performance Art

Jum’at, 10 Februari 2017

di Noralona Coffee Brewery

Jalan Tuparev No.4

(Selatan Sebrang Pos Polisi Tuparev)

Supported by:

@noralonacoffeebrewery

@ruang.alt

@cireboncult

@peoplearepeople_ina

@cirebonbribin

Morganostic – SHOA (Single, 2017)

Setelah melalui proses rekaman dan post-production selama lebih dari satu tahun, unit metal asal Surabaya, Morganostic akhirnya merilis single terbaru mereka yang berjudul SHOA pada tanggal 31 Januari 2017. Single tersebut merupakan bagian dari mini album atau EP yang akan dirilis oleh mereka pada bulan Februari nanti.

Dalam EP mereka yang bertajuk “Paradox” ini, posisi executive producer dipegang oleh Morganostic secara independen dan Nurdin Firmansyah, yang tak lain merupakan salah seorang pengajar disalah satu sekolah audio di Surabaya pada posisi record engineermusic producer oleh Sinatrya Dharmawan; sedangkan Roman Kharyukov, sound engineer asal Rusia, ditunjuk untuk melakukan finishing yang meliputi mixing dan mastering. Split EP ini direkam di rumah milik Nurdin Firmansyah yang disulap menjadi home recording, dengan menggunakan peralatan milik band (Morganostic).

Proses penggarapan EP memakan waktu cukup panjang dikarenakan adanya pergantian personil serta komunikasi dengan engineer yang terhalang oleh jarak antara Surabaya dan Moskow. EP ini akan tersedia secara digital melalui platform Bandcamp, iTunes, dan Spotify; serta akan dirilis dalam format CD. Lebih lanjut lagi, Morganostic juga akan berkolaborasi dengan music video director kenamaan Anton Ismael untuk menggarap videoklip dari salah satu lagu di EP ini.

Morganostic yang digawangi oleh Ryo Rahmawan (vokal)Reza Akbar Felayati (gitar), Bunz Agsetya (drum), Adhi Mistar (keyboard) dan Riza (Bass) terbentuk pada tahun 2009 dan telah merilis tiga single, masing-masing berjudul “Reduction”, “Vigor”, dan “To Conceive” pada tahun 2013. Dalam bermusik, Morganostic menyatakan terpengaruh dan terinspirasi oleh band-band metal seperti Architects, Periphery, Veil of Maya, ERRA, Northlane, Lamb of God, hingga Novelists.

Simak single terbaru dari Morganostic di bawah ini.

Morganostic – Shoa