Dalam Rangka Satu Tahun EP ‘Kircland’, Unit Indie Rock Asal Bandung The Schuberts Merilis Video Musik Single Kedua ‘Taken Aback’

The Schuberts Photo 2.jpg

Setelah merilis EP perdananya pada bulan Februari 2016 lalu, unit indie rock asal Bandung, The Schuberts, kembali menunjukkan eksistensi mereka di industri musik lokal dengan merilis video musik ‘Taken Aback’. Perilisan video musik ini bertepatan dengan satu tahun rilisnya EP perdana mereka yang diberi tajuk ‘Kircland’. Video musik ini diangkat dari single kedua dan sekaligus merupakan tantangan baru bagi mereka, karena ini merupakan kali pertama bagi band yang terbentuk pada tahun 2010 ini dalam menggarap video musik.

Secara garis besar, ‘Taken Aback’ bercerita mengenai suatu kesedihan. “Lirik lagu ini memang menceritakan mengenai curahan hati seseorang yang berasal darikeluarga broken home, dan kekesalannya terhadap sang Ibu yang membuat keluarganya rusak.” ujar Bahmaniar Ryou, vokalis dari The Schuberts. Walaupun liriknya bercerita akan suatu kesedihan, The Schuberts ingin menyampaikannya secara berbeda, yaitu melalui pengemasan vibe yang ceria, bertolak belakang dengan lirik yang disampaikan.

‘Taken Aback’ sendiri merupakan lagu yang The Schuberts anggap sebagai titik temu terhadap genre musik yang pada akhirnya mereka angkat dan merepresentasikan nada dan rasa yang mereka cari. Penggarapan lagu ini cukup sederhana, berawal dari kisah yang digagas Ryou dan Satrio yang kemudian dikembangkan oleh personil lainnya, dan pada akhirnya menghasilkan sebuah lagu dengan progresi chord yang simple dengan vokal dan lirik yang easy listening.

Hampir seluruh aspek produksi yang berhubungan dengan EP ‘Kircland’ dikerjakan dengan sistem kekeluargaan dan pertemanan. “Begitu pula dengan video musik ‘Taken Aback’ ini, semuanya dibantu oleh teman-teman terdekat kami,” sahut Ryou. Mulai dari pengangkatan Herin Damara, sebagai sutradara (yang juga merangkap sebagai cameraman director of photography), seluruh crew yang membantu proses shooting, hingga Jovanka R. Alexandra yang menjadi model dalam video musik ini, merupakan teman dekat para personil. Adapun konsep dan storyboard video musik ini dibuat oleh The Schuberts dan Herin.

The Schuberts, yang digawangi oleh Bahmaniar Ryou (vocal / guitar), Iqra Sadra (guitar), Lutfi Handika (bass), dan Satrio Adi (drum), telah merilis EP ‘Kircland’ pada Februari 2016 lalu dengan single pertama ‘Restless Hour’. Melalui single kedua dan video musik ‘Taken Aback’ ini, The Schuberts ingin memperkenalkan musik mereka secara lebih luas kekhalayak banyak. Setelah merilis video musik ini, The Schuberts akan merilis full album yang rencananya akan dirilis pada pertengahan tahun 2017 ini.

Video musik ‘Taken Aback’ dapat dilihat melalui kanal Youtube resmi The Schuberts:

The Ring – Nunirtha’s Gov (Single 2017)

artwork single.jpg

THE RING, grup band asal Yogyakarta yang terbentuk pada awal tahun 2016 di salah satu unit kolektif musik antar kampus ini baru saja merilis single pertama mereka yang berjudul Nunirtha’s Gov melalui Otakotor Records, sebuah label kolektif dari Yogyakarta.

Nunirtha’s Gov menceritakan tentang pandangan mereka terhadap dunia yang palsu, kepemimpinan yang menyalah gunakan kekuasaan, kemunafikan, dan ketidak adilan terhadap kaum-kaum lemah.

Judul lagu ini diambil dari nama seorang dewa mitologi Akkadia yaitu Ninurta yang dibalik namanya menjadi Nunirtha sebagai lawan dari sifat baik dan bijak seorang dewa / pemimpin itu sendiri, dan kata Gov yang berasal dari Government.

foto the_ring.jpg

Band yang beranggotakan Candra (Gitar), Jack (Vokal), dan Ari (Bass) ini mengaku banyak terinspirasi oleh band-band seperti Black Sabbath, Sleep, Pentagram, The Sword, Pink Floyd hingga Purple Hill Witch serta mencampurkan musik Stoner Rock, Doom, Psychedelic, dan Blues Rock dalam proses kreatif berkarya mereka.

The Ring yang mempunyai arti The Rock Imaginator Generation ini juga kini tengah mempersiapkan mini album pertama mereka yang direncanakan akan selesai pada tahun ini.

 

Gelaran “MERINDU” Menandai Rilis Video Clip Nyanyian Rindu dari Holiday Anna

Artwork Nyanyian Rindu.jpg

Unit retro pop asal Yogyakarta usai saja menggelar suatu gelaran bertajuk “Merindu” yang berkolaborasi dengan Kampung Halaman pada 26 Februari 2017 kemarin. Acara tersebut berjalan sukses dan berhasil menarik antusiasme dari ratusan pengunjung yang memadati area Kampung Halaman Yogyakarta, bahkan ruangan acara pun tidak cukup untuk menampung penuh sesak animo audience yang hadir.

Momen peluncuran dan pemutaran perdana video clip Holiday Anna tersebut diawali dengan sebuah pameran oleh sepuluh kolaborator muda yang telah merespon dan mereprentasikan lagu “Nyanyian Rindu” melalui karya-karya dalam media lain (rupa, fotografi, dan sastra) dengan sangat apik sehingga mendapatkan apresiasi sangat baik dari pengunjung acara.

IMG_7110.JPG

 

 

Pada sesi pemutaran video clip semakin terasa sangat akrab dan hangat ketika Holiday Anna berbagi cerita mengenai proses produksi video. Penampilan tunggal Holiday Anna sebagai penutup acara sekaligus menjadi sesi yang paling ditunggu oleh para audience, delapan repertoar andalan Holiday Anna membuat sore hari yang cerah itu menjadi semakin flamboyan.

Keakraban antara Holiday Anna, kolaborator, pendukung acara dan audience dalam gelaran ini diharapkan dapat menjadi suatu investasi sosial yang terjalin erat dan semakin berkembang di masa mendatang.

 IMG_7050.JPG

Video clip “Nyanyian Rindu” diproduksi secara mandiri oleh Holiday Anna dengan dibantu oleh beberapa rekan terdekat. Mulai dari ide cerita, menulis story line, menggambar story board, sampai mengurus area serta perlengkapan produksi. Video ini menceritakan rindu antara pasangan kekasih dengan problematika antara jarak, ruang, dan waktu. Pada akhirnya, semoga video musik ini dapat meluaskan interpretasi untuk lagu Nyanyian Rindu.

Heals Merilis Single sekaligus Video Musik Terbaru, “False Alarm”

Grup alternative rock / shoegaze asal Bandung, Heals, hari Senin (20/2) resmi merilis video musik dari single terbaru mereka berjudul “False Alarm”. Bekerja sama dengan Qrimson Studio, video ini sudah bisa dinikmati di kanal YouTube resmi FFWD RecordsSebelumnya, pada tanggal 9 Februari, Heals juga telah mengunggah lagu tersebut di berbagai streaming services serta menyajikan permainan sederhana pada situs resmi mereka. “False Alarm” termasuk ke dalam album perdana mereka, ‘Spectrum’, yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Eca selaku gitaris dan penulis lagu “False Alarm” berupaya menggambarkan kondisi seseorang yang tertekan akibat pemikiran dan perasaannya sendiri. “Kadang kita suka mengalami masa-masa overthinking terhadap hal-hal negatif yang sudah atau akan dialami. Padahal kenyataannya, kondisi seperti itu adalah false alarm. Kami ingin orang-orang hidup lebih santai, berpikir pada porsi dan kapabilitas yang tepat, serta tenang dalam menemukan solusi setiap permasalahan,” tuturnya.

Selain berkolaborasi dengan kolektif kreatif asal Kota Kembang, Qrimson Studio, Heals juga menggandeng MD Natsir untuk bertanggung jawab di bagian ilustrasi artworkProsesnya cenderung singkat dan banyak mengambil gambar di area Jalan Jendral Sudirman, Bandung.

Sebelumnya, melalui akun media sosial FFWD Records, Heals juga telah mengeluarkan pengumuman singkat mengenai album debut yang akan datang. Adapun tracklist yang sudah bisa diketahui adalah

1. Monolove
2. Lunar 
3. Azure
4. Overcast
5. Anastasia
6. Void
7. False Alarm
8. Dazed
9. Wave
10. Warp

Dalam rentang waktu dua tahun (2015-2016), Heals yang beranggotakan Alyuadi Febryansyah (Lead VocalGuitar), Reza Arinal (Back Vocal, Guitar), Muhammad Ramdhan (Guitar), Octavia Variana (Back Vocal, Bass) dan Adi Reza (Drum), telah mengeluarkan tiga single yakni “Void”, “Wave”, dan “Myselves”. Band yang dikenal dengan ciri khas lapisan ditorsi dan vokal melodius ini sedang ada di tahap final penyelesaian album debut mereka. “Semoga saja ini bisa menjadi alarm untuk segala kejutan di 2017 ini,” tutur Alyuadi.

Sharing Session and Introduction of Perfomance Art

Pria Kepet x Noralona Coffee Brewery

present:
Sharing Session and Introduction of

P E R F O R M A N C E  A R T

with:

@yuanalfasaa x @agusgemblunk_glassartis
Dengan agenda:

– Sharing Session

– Screening Video Art

– Live Performance Art

Jum’at, 10 Februari 2017

di Noralona Coffee Brewery

Jalan Tuparev No.4

(Selatan Sebrang Pos Polisi Tuparev)

Supported by:

@noralonacoffeebrewery

@ruang.alt

@cireboncult

@peoplearepeople_ina

@cirebonbribin