An Intimacy Vol.13 – Assembling Afterwards

Sekitar delapan bulan yang lalu, tepatnya tanggal 2 April 2016, An Intimacy menggelar acara ‘Departure’ di panggung New Majestic (ex-AACC), Bandung. Gelaran tersebut memberikan panggung serta momentum yang lebih besar untuk sembilan grup yang pernah tampil di edisi-edisi sebelumnya. Setelah hari itu, gaung An Intimacy yang acapkali dikenal sebagai micro-gig pun meredup dan belum pernah diselenggarakan lagi baik di Lou Belle Shop maupun tempat lainnya.

Banyak yang terjadi setelah itu, terlepas berkaitan dengan An Intimacy ataupun tidak. Di antaranya panggung-panggung kecil sederhana yang semakin menjamur di Bandung, band-band baru yang mulai menyeruak ke permukaan, hingga semangat dan wacana yang unik diangkat oleh masing-masing komunitas. Jika dulu visi An Intimacy bersama rekan-rekan sejawat masih ada di tahap ‘regenerasi’ saja, mungkin sudah saatnya untuk bergeser ke level yang baru.

An Intimacy Vol. 13 akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 17 Desember 2016, bertempat di Spasial, Gudang Selatan, Bandung. Lima penampil telah dipilih, yakni Rock N Roll Mafia (RNRM), Collapse, Peonies, The Schuberts, dan Panda Selecta. Butuh waktu memang untuk mencari jawaban paling tepat dalam menjawab pertanyaan ‘Apa selanjutnya?’, namun setelah masa ‘hiatus’ yang cukup lama, edisi ini menjadi fase awal bagi pihak penyelenggara untuk menyadari; saatnya berkumpul lagi dan saatnya mencoba-coba sesuatu yang baru, karena bukankah itu yang sebaiknya dilakukan? Berdasarkan hal itu pula, kalimat ‘Assembling Afterwards’ pun tercetus.

Masih sama seperti episode sebelumnya, An Intimacy kembali bekerjasama dengan banyak pihak, local brand, hingga komunitas kreatif. Salah satunya adalah teman-teman dari SKETCHLUR di bidang desain dan artwork. Selain itu, sudah disiapkan pula konten spesial yang barangkali sudah dinanti-nantikan, kompilasi An Intimacy 2016 dalam bentuk kaset yang mengikutsertakan 13 repertoar dari band peserta An Intimacy terdahulu. Berangkat dari semua perubahan yang terjadi, An Intimacy ternyata tidak membiarkan cerita-ceritanya lewat begitu saja tanpa terdokumentasikan. Seratus penonton pertama bisa dengan gratis mendapatkan kompilasi tersebut.

An Intimacy Vol. 13

Sabtu, 17 Desember 2016

Spasial, Gudang Selatan 22, Bandung

HTM: FREE by Invitation. Bisa diakses di http://anintimacy.com/

Penampil: Panda Selecta, The Schuberts, Peonies, Collapse, Rock N Roll Mafia (RNRM)

 

Di episode kali ini pula kami dengan bangga mempersembahkan arsip perdana berupa kompilasi An Intimacy 2016 yang mengikutsertakan 13 tracks dari band-band yang pernah tampil di An Intimacy sebelumnya.

Informasi lebih lengkap mengenai An Intimacy bisa disimak di situs resmi http://anintimacy.com/ atau di kanal-kanal media sosial. Kali ini, An Intimacy Vol. 13 kembali menerapkan sistem invitation yang juga bisa diakses di alamat web di atas. Selamat menikmati persembahan spesial An Intimacy di penghujung tahun, dan tetaplah bersenang-senang. (dwilukita)

Advertisements

Bottlesmoker Rilis Single “Anima” Dalam Format Floppy Disk

Bottlesmoker, duo indietronic asal Bandung ini baru saja merilis single yang berjudul Anima dalam bentuk floppy disk, mereka menggunakan format floppy disk sebagai bentuk perlawanan. 

“Ketika orang-orang bersikeras membuat kualitas audio yang sangat bagus, kami lawan dengan membuat musik berkualitas audio yang serendah-rendahnya.” kata Angkuy, salah seorang personel Bottlesmoker.

Bottlesmoker merilis single Anima yang juga terdapat di mini album Polarity melalui mikro label dari Southern On Sea, United Kingdom, bernama Wrieuw Recordings.

Wrieuw Recordings merupakan label yang cukup produktif merilis musik dalam format floppy disk dan perlu diketahui bahwa Bottlesmoker menjadi kelompok tunggal dari Indonesia yang bergabung dengan label ini.

Lagu Anima di format floppy disk menawarkan perbedaan dengan Anima dalam album sebelumnya. Dalam format floppy disk, kata Nobie, personil Bottlesmoker yang lainnya, kualitas suara jauh dari bentuk compact disc (CD) maupun format lainnya. “Sehingga kita bisa merasakan sensasi dan suasana bunyi yang berbeda.” ujarnya.

Bottlesmoker memilih lagu Anima karena dinilai sesuai dengan tema lagu tersebut yang menceritakan tentang sistem kepercayaan orang Indonesia dulu, yaitu animisme. Ketika bitrate ditekan hingga ke level rendah, ada suasana yang sangat jauh dan sangat tertutup.

Twitter: bottlesmoker

Instagram: bottlesmoker